Temukan Potensi Diri Dengan Memahami Bakat dan Minat

Bingung memilih jurusan?

Salah jurusan?

Dipaksa masuk jurusan?

Menjelang SMA, tidak ingin masuk IPA tapi diminta masuk IPA oleh orang tua atau guru.

Saat kuliah, dipaksa orang tua ambil jurusan yang tidak disukai.

Mau kuliah bingung ambil jurusan, ikut-ikutan teman daftar jurusan ilmu komunikasi, ilmu kesehatan padahal tidak ada bakatnya sama sekali.

Lalu setelah lulus kuliah bingung cari kerja yang cocok, dan setelah dapat pekerjaan jadi stagnan menjalankan profesi, tidak bisa mengembangkan diri.

Tidak paham minatnya apa, bakatnya di mana, jadi bingung sendiri…?

 

Supaya lebih memahami minat dan bakat kita, mari simak sharing kali ini…..

Fase remaja merupakan fase pencarian jati diri. Remaja di fase tersebut sudah memiliki tuntutan untuk menentukan masa depan yang akan diraihnya nanti. Tidak jarang remaja kurang mampu memahami potensi dirinya karena memang belum tergali. Potensi-potensi yang dimiliki masih tertutup dengan ketidak tahuan mereka tentang apa yang mereka miliki.

Potensi diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki seseorang yang masih terpendam dan mempunyai kemungkinan untuk bisa dikembangkan apabila distimulasi atau didukung dengan latihan dan sarana yang memadai. Potensi diri meliputi aspek kecerdasan, emosi, minat bakat, dan kepribadian. Setiap orang adalah unik dan memiliki potensi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Potensi setiap orang beragam, baik dalam bentuk kemampuan di bidang akademik maupun non-akademik. Bidang akademik seperti; matematis, bahasa dan sains. Sementara non akademik, seperti; olahraga atau seni. Potensi akan berkembang dengan baik, apabila diusahakan dengan gigih dan serius dalam sebuah proses yang panjang dan selalu distimulasi secara terus menerus.

Untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri, kita harus memahami minat dan bakat yang ada dalam diri. Bakat adalah suatu kemampuan bawaan bersifat potensial, yang masih perlu diasah dan dilatih kembali agar dapat menjadi suatu kemampuan, keahlian dan keterampilan yang mumpuni. Bakat bisa jadi mempengaruhi seseorang untuk berminat terhadap suatu hal, namun tidak jarang juga seseorang belum mengetahui bahwa ia memiliki bakat disuatu bidang. Ia hanya minat terhadap bidang tertentu, tanpa diketahui apakah ia berbakat dibidang itu juga.

Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu dan menghasilkan suatu kepuasan bagi dirinya. Selain itu minat merupakan kecenderungan yang tinggi dan timbul dari dalam diri seseorang terhadap sesuatu baik itu berupa benda atau aktifitas yang mampu memberikan perasaan tertarik, ingin tahu, dan kesukaan, sehingga seseorang tersebut memberikan perhatian yang lebih. Seseorang yang berminat pada suatu aktivitas maka akan memperhatikan aktivitas tersebut secara konsisten dengan rasa senang. Minat terkadang juga memiliki keterkaitan dengan cita-cita seseorang, misalnya seseorang yang berminat terhadap ilmu kesehatan ia akan cenderung memiliki cita-cita menjadi dokter, perawat, bidan dan lainnya.

Perlunya mengetahui bakat dan minat sangat berguna saat ingin memilih jurusan baik di SMA maupun jurusan kuliah, apakah sudah sesuai dengan profil psikologis seseorang. Kalau sudah sesuai maka akan meminimalisir adanya kegagalan dalam mengikuti pendidikan di jenjang yang lebih lanjut. Hanya saja masih banyak yang merasa kebingungan sehingga menjadi kesulitan pula untuk memilih program studi apa yang akan ditekuninya. Kebingungan ini biasanya disebabkan karena mereka belum memperoleh gambaran tentang bakat yang mereka miliki dan minat karir yang akan ditekuninya. Kebingungan tersebut pada akhirnya juga akan mengakibatkan kesalahan dalam memilih bidang studi yang akan ditekuni dan akhirnya menimbulkan berbagai masalah seperti kesulitan belajar, merasa bosan, tidak termotivasi, merasa konflik dengan orangtua hingga stres yang pada akhirnya menghambat penyelesaian studi.

Masalah-masalah tersebut tentunya dapat dicegah dengan memberikan informasi atau gambaran yang lebih menyeluruh mengenai bakat dan minat yang dimiliki oleh seseorang. Apabila seseorang telah mendapatkan informasi tentang minat dan bakat tersebut, diharapkan tidak akan salah dalam memilih program studi. Informasi atau gambaran tersebut tentunya tidak dapat disampaikan tanpa adanya pemeriksaan psikologis yang terkait dengan bakat dan minat.

Baca juga: MASUK SEKOLAH DASAR, SUDAH SIAPKAH? DI KAWAL YUKK!!

Melalui  psikotes bakat dan minat dapat lebih diketahui perihal potensi seseorang termasuk kelebihan dan kekurangannya, baik dari bidang akademis maupun faktor kepribadian. Melalui psikotes bakat dan minat  seseorang akan menjadi lebih terarah untuk lebih fokus pada minat yang sesuai dengan bakatnya, juga dapat diketahui jurusan pendidikan yang tepat berdasarkan dengan bakat dan minatnya.

Klinik Psikologi RSJD Dr. Arif Zainudin memberikan pelayanan psikotes bakat – minat dan konseling jurusan. Psikotes untuk penjurusan SMA bisa dilakukan pada saat anak kelas 3 SMP, sementara penjurusan kuliah dapat dilakukan saat kelas 2 atau 3 SMA. Psikotes bisa dilakukan secara individual maupun klasikal, selain itu Psikolog RSJD Dr. Arif Zainudin juga memberikan pelayanan psikotes bakat – minat yang dilaksanakan di sekolah.

“Setiap kita sesungguhnya adalah benih yang unggul. Tinggal bagaimana kita memilih tempat yang subur, jadi semangat menjemput impian…!”

Oleh : Putri Mega, M.Psi.,Psikolog

Lihat juga: Pelayanan Psikologi RS Jiwa Daerah Surakarta

 

Mungkin Anda juga menyukai